Surat Keramat Lanjutan Soal Kriminalisasi Pejuang PPLP, Tukijo

Posted on December 9, 2009

0


Tukijo-versus-Polisi

Segenap kekuatan kami para petani yang terwadah dalam  Paguyuban Petani Lahan Pantai – Kulon Progo (PPLP-KP) mengirimkan dukungan pembebasan kawan kami Tukijo, seorang petani dari Desa Karang Sewu atas dakwaan pencemaran nama baik. Kami memang tidak hadir secara fisik sebanyak sebelumnya sejumlah ribuan orang menentang rencana penguasa dan pengusaha mendirikan Tambang Besi di tanah kami. Kami pun tidak sebanyak minggu lalu menggeruduk Pengadilan Negeri Wates menuntut pembebasan teman kami saat disidangkan. Kami peringatkan, sebagian sedikit dari kami hari ini sedang berdiri di samping Tukijo, dan sebagian banyak dari kami sedang merakit perlawanan terhadap kalian para tiran pengidam Tambang Besi dari tanah pesisir pantai selatan sana.

Kriminalisasi yang ditujukan kepada Tukijo dengan istilah ’pencemaran nama baik’ kami tegaskan sekali lagi adalah tipu-muslihat hukum dengan pasal karet yang seenaknya dipakai untuk menggangu perjuangan kami menolak Proyek Tambang Besi. Dakwaan tersebut kepada petani adalah bukti bahwa hukum di negeri ini adalah biang keserakahan kekuasaan yang sama saja dengan korupsi. Kami pun mengetahui bahwa ada oknum-oknum dengan kepentingannya sedang berusaha memanipulasi hukum dan memberikan ’kado-kado liar’ demi mengkrimiminalisasi pejuang tani penolak tambang dengan target memenjarakan Tukijo. Padahal ada banyak kasus-kasus pelanggaran hukum berskala besar yang merugikan rakyat, khususnya yang terjadi di Kulon Progo ini malah didiamkan sama sekali. Kasus korupsi dan kasus-kasus pelanggaran hukum yang dilakukan oleh orang-orang elit di Kulon Progo mendapat hak istimewa, tidak diproses karena memiliki baju kebal hukum yang dibayar rupiah berlimpah.

Kami katakan kalian para penguasa dan pengusaha serta alat-alat penjaga penegak hukum (Polisi dan Kejaksaan)  adalah ladang para biang koruptor yang menghancurkan dan memiskinkan rakyat. Ketagihan kalian akan korupsi lah yang mendorong keinginan membangun Tambang Besi yang uang-uangnya bisa kalian nikmati diam-diam secara istimewa nantinya. Dengan mengadili Tukijo, petani mandiri pejuang penolak Tambang Besi, kalian sedang mempertontonkan bahwa hukum di negeri ini hanyalah lembah hitam yang tak akan pernah berpihak pada keadilan untuk rakyat kecil, tapi hanya berpihak kepada orang-orang istimewa dan modal-modal besar. Bagi kami rakyat pesisir dan seluruh petani lahan pantai, kalian penguasa adalah pembohong besar yang sedang menipu rakyat dengan seragam-seragam kerhormatan kalian.

Kami tak butuh baju kebal hukum agar hidup kami jauh lebih baik tidak menjadi terkutuk seperti kalian. Kami hanya butuh cangkul dan arit yang bisa menggemburkan tanah, merawat benih tanaman, tapi juga mampu menggali darah orang terkutuk yang mengangu kehidupan dan alam kami. Boleh saja kalian menjegal dan melemahkan perjuangan penolakan Tambang Besi dengan cara mengkriminalisasi kami semua sesuka perut kalian, tapi kami tidak akan tinggal diam, kalian sudah kami benci. Jika kalian menakut-nakuti dengan hukum-hukum palsu, petani pun bisa ’menghantui’ dengan menggagalkan hidup kalian. Pasal karet dengan ’apus-apusan’ pencemaran nama baik bagi kami seperti penelanjangan hukum oleh para penegaknya untuk mempertunjukkan ’kemaluannya’ di depan publik hingga tak patut lagi dipercayai sama sekali. Semua masyarakat Indonesia juga tahu penguasa, pengusaha, alat-alat penegak hukum sama saja orang-orang rakus yang punya kekuasaan istimewa untuk berkomplot membodoh-bodohi rakyat seperti kami para petani yang menggangu nafsu kalian mendirikan Tambang Besi di Kulon Progo. Seluruh rakyat tahu bahwa penguasa, pengusaha JMI, Investor Asing dan Indonesia berkomplot dengan tangan-tangan hukum dari Polisi dan Kejaksaan sedang mencemari hidup kami dan alam ini dengan segala cara dan tipu daya memaksakan mendirikan Tambang Besi di tanah pertanian yang kami suburkan sejak dari lahan kritis.

Kami tidak suka sama sekali dan marah saat kalian mengadili Tukijo, koordinator PPLP Unit Karang Sewu hari ini untuk persidangan kedua kalinya. Ini hanya upaya memelintir hukum demi menjegal perjuangan kami menolak tambang besi yang tak kenal menyerah. Untuk apa kalian memenjarakan petani??? Hahhhh??? Tak bisa menjawab??? Iya, karena kalian memang Terkutuk!!! Petani dan segenap rakyat pesisir Kulon Progo yang terwadah dalam PPLP (Paguyuban Petani Lahan Pantai) menuntut dan bersikap keras:
Bebaskan Tukijo (Pejuang Tani Penolak Tambang Besi Kulon Progo) Sekarang Juga !!!
Hentikan proses hukum terhadap Tukijo dan SKPP-kan Tukijo !!!
Mengutuk seluruh tindakan kriminalisasi petani dan tindakan korupsi dan mafia jual beli hukum !!!
Stop Korupsi dan usut Mafia Birokrasi dan Hukum di Kulon Progo !!!
Stop Intimidasi dan Penciptaan konflik horizontal di masyarakat yang dilakukan penguasa dan pengusaha pengidam Tambang Besi Kulon Progo !
Hentikan Proyek AMDAL Tambang Besi Kulon Progo yang hanya jadi Kebohongan Publik demi pemaksaan proyek !
Hentikan seluruh proses rencana ’tipu-tipu manipulasi’ Proyek Pertambangan Bijih Besi di Kulon Progo oleh JMI (Jogja Magasa Iron), Pemerintah dan Siapapun !!!

Kami peringatkan lagi, jika kalian tidak lagi mendengar aspirasi kawula alit seperti kami, petani yang merawat alam dan hidup manusia, maka kami akan merancang strategi dan merakit taktik yang lebih tajam, terarah dan tanpa menyerah, baik itu melalui proses  tindakan hukum dan di luar tindakan hukum demi menggagalkan proyek Tambang Besi di Kulon Progo dan mempertahankan hidup serta alam pesisir ini dan membebaskan hidup petani dari ancaman penguasa dan pengusaha !!!

Pleret, 8 Desember 2009

Posted in: SURAT KERAMAT