Surat Keramat PPLP soal Cicak lawan Buaya*

Posted on November 11, 2009

0


“Sedumuk bathuk senyari bumi ajining diri ditohi saktumekoning pati,

rawe-rawe rantas, malang-malang putung”

Setiap hari kami petani dan kalian rakyat Indonesia lainnya selalu menonton dan membaca berita perkelahian aneh antara KPK dan POLRI. Media massa menyebutnya pertarungan Cicak VS Buaya. Ditambah lagi institusi aneh Kejaksaan, Bank orang aneh Century dan orang-orang aneh yang ikut terlibat, ibarat kethoprak aneh yang memiliki pemain banyak dengan cerita ladang korupsi.

propaganda di malioboro

Sejujujurnya cerita itu terlalu ruwet untuk kami pahami, apalagi meyakini kebenaran sejati di belakangnya. Kethoprak lebih menghibur ketimbang cerita ladang korupsi yang hanya menyebar kekuatiran dan kecemasan ke masyarakat. Satu hal yang petani ikrarkan setiap menyaksikan, kami dan kalian rakyat Indonesia lainnya sedang terkhianati keyakinannya akan penegakan hukum yang lebih baik (khususnya pemberantasan korupsi) oleh permainan ‘kawula elit’.

Kami sebagian dari kawula alit bangsa ini berdiri di atas tanah pesisir pantai Kulon Progo yang menjadikan lahan kritis dan kotor menjadi lahan subur dan kokoh juga penting menyatakan sikap. Menurut kami korupsi adalah kedzoliman dan kelicikan penguasa dalam cerita kriminalisasi KPK oleh POLRI. Kedzoliman dan kelicikan ini juga terjadi pada rencana penambangan Pasir Besi di Kulon Progo yang ingin menghancurkan penghidupan para petani Kulon Progo.

Kami menentang semua tindak kelicikan dan kedzoliman penguasa dalam bentuk apapun, apalagi saat mereka bersekutu dengan investor-investor dan korporasi yang menjadi salah satu produsen korupsi di negeri ini. Bagi kami pertengkaran KPK vs Polri adalah upaya mengkebiri penegakan korupsi di negeri ini dan sama saja dengan rencana proyek pertambangan besi di atas tanah kami (petani) adalah tambang korupsi.

Dengan ini kami Paguyuban Petani Lahan Pantai – Kulon Progo menyatakan  menolak, menentang dan mengutuk segala bentuk kedzoliman dan kelicikan penguasa. Kami juga melawan semua bentuk kejahatan korporasi, seperti yang dilakukan oleh Indomines dan JMI terhadap petani pesisir. Cicak, Buaya, Kadal, Godzilla dan ‘Binatang Korporasi’ semua hidup dari alam yang selalu dirawat dan dijaga oleh petani. Jadi kami akan tetap berdiri tegak mempertahankan harga diri kami hingga titik darah penghabisan di hadapan para kawulo elit. Bertani atau Mati. Merdeka !!!

——————————

*Pernyataan sikap yang dibuat oleh Paguyuban Petani Lahan Pantai – Kulon Progo pada tanggal 9 November 2009 dan diedarkan sejumlah 500 lembar ke publik saat menjalankan aksi solidaritas di Yogyakarta 10 November 2009.

orasi anto pplp

orasi widodo2 pplpdigantung bunuhspanduk tolak tambang mengisi perang cicak vs buaya

video: http://www.youtube.com/watch?v=SwWRoGgUsrM

Posted in: SURAT KERAMAT